Jumat, 15 April 2011

Sepuluh Hal Menarik Pada Piala Dunia 1986

  1. Penyelenggaraan Piala Dunia 1986 ini nyaris batal menyusul terjadinya gempa bumi delapan bulan sebelum penyelenggaraan. Akibat gempa tersebut hampir semua infrastruktur luluh lantak dan tercatat hampir 30 ribu warga Meksiko dan sekitarnya dikabarkan meninggal. Namun sungguh beruntung pesta olahraga itu tetap dilaksanakan karena sebagian besar stadion masih berdiri utuh.
  2. Untuk kali kedua turnamen ini memakai format 24 tim pada babak penyisihan grup. Namun menjadi yang kali pertama diberlakukannya format sistem gugur pada putaran kedua.
  3. Gol Tangan Tuhan Maradona. Gol ini menjadi catatan sejarah kontroversi sekaligus menjadi semacam ikon yang tak akan terlupakan dari Piala Dunia 1986. Bintang Argentina tersebut menceploskan si kulit bundar dengan bantuan tangannya ketika mengalahkan Inggris 2-1 di perempat-final.
  4. Jose Batista tercatat sebagai pemain paling cepat dalam sejarah Piala Dunia yang menerima kartu merah. Bek Uruguay ini diusir ke luar lapangan saat pertandingan babak pertama baru berjalan 56 detik. Sejarah itu tercatat ketika Uruguay bertemu Skotlandia di babak penyisihan grup. Pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol.
  5. Dengan dideklarasikannya tahun 1986 sebagai Tahun Perdamaian Internasional oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) maka hampir di semua stadion menampilkan logo bersama antara FIFA dan PBB dengan slogannya yang melegenda “Sepakbola Buat Perdamaian – Tahun Perdamaian”. Lalu untuk desain dari logo tak resmi mengadopsi moto “El Mundo Unido por Un Balón” (Dunia bersatu lewat sebuah bola).
  6. Irak, Kanada, dan Denmark membuat debutnya di Piala Dunia. Penampilan Irak di Piala Dunia ini cukup menarik karena mereka lolos dari babak kualifikasi dengan menggelar pertandingan di tempat netral menyusul terjadinya perang Irak-Iran pada masa itu.
  7. Maroko mengukir sejarah sebagai tim dari Afrika pertama yang bisa menggapai putaran kedua. Di babak penyisihan Grup F, Maroko tampil sebagai juara grup setelah bermain seri dua kali — masing-masing melawan Polandia dan Inggris — serta mengalahkan Portugal 3-1 di laga pamungkas.
  8. Kenangan yang tak akan terlupakan bagi Michel Platini. Kenangan itu terjadi ketika Prancis bertemu Brasil di perempat-final di Guadalajara pada 21 Juni. Hari itu Platini genap berusia 31 tahun. Ia menyumbangkan sebuah gol yang kemudian memaksa Brasil harus menjalani drama adu penalti setelah dalam waktu normal skor berakhir 1-1. Namun saat adu penalti, Platini gagal menjadi eksekutor. Gol ke-41 itu menjadi yang terakhir dibuat Platini di pentas internasional sebelum akhirnya resmi mengumumkan gantung sepatu setahun kemudian.
  9. Striker tim nasional Uni Soviet Igor Belarov tercatat sebagai pemain ketiga yang berhasil membuat hat-trick di sebuah laga Piala Dunia namun gagal membawa timnya menang. Hat-trick itu ia buat ketika Uni Soviet menyerah 4-3 kepada Belgia di putaran kedua.
  10. Bulgaria dan Uruguay menjadi dua negara pertama yang lolos ke babak sistem gugur tanpa memenangkan sebuah pertandingan di putaran pertama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar