Kamis, 05 Mei 2011

10 Merk Indonesia yang Selama Ini Dikira Merk Luar Negeri

Selama ini banyak lho yang mengira merk-merk ini berasal dari luar negeri . Ternyata banyak juga kan produk-produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar?!

http://i655.photobucket.com/albums/uu276/dora343/givi6.jpg

Daripada beli produk luar yang ternyata malah aspal alias bajakan mending beli produk lokal aja dech! Lagipula bukankah ini juga berarti mendukung industri dalam negeri yang otomatisi juga mendukung kemajuan negeri sendiri?!

1. Maspion

 http://images.detik.com/content/2009/10/19/473/maspion03.jpg

Iklan Maspion terkenal dengan ungkapan ”Cintai produk-produk Indonesia!”. Maspion memang perusahaan lokal yang terkenal dengan produk alat-alat elektronik keperluan rumah tangga mulai dari setrika, blender, kipas angin sampai AC. Perusahaan yang berpusat di Surabaya ini memulai bisnisnya dari tahun 1960-an loh: dengan menghasilkan alat-alat rumah tangga.

2. Polygon

 http://s3.amazonaws.com/ibike/pictures/331446/P30-07-09_09.44_3__large.jpg

Pasti agan kenal dengan merek sepeda yang satu ini. Mulai dari sepeda gunung, sepeda mini, sepeda BMX, sampai sepeda lipat bisa dibuat oleh pabrik sepeda yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur ini. Soal kualitas jangan diragukan. Banyak pengguna biasa sampai komunitas penggemar sepeda memakai produk lokal ini. Saya juga pake sepeda ini loh, harga sepedanya ada yang sampai 10 juta–an. Waaawwwww.

3. Polytron
 
http://yogyaonline.net/tech/files/2011/04/Polytron-Graffity-PG2000T.jpg

Mungkin saja di rumah kita punya tv, radio, tape atau alat elektronik lain bermerk Polytron. Ini ternyata produk Indonesia looh! Pengalaman bikin elektronik, perusahaan ini ahlinya!. Perusahaan yang punya pabrik di Kudus dan Semarang ini bisa dibilang sudah jaminan deh! Soalnya sudah sejak tahun 1970-an membuat televisi, dengan kualitas yang ga kalah sama luar negeri.

4. Byon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz6zFKE09FWv5qw7dTg2XLp7e1vxZRvBJ_EU4Yon3a1kMW1uvJvy-9VYWNK48vfVevUnvQbDGOgGlIAFi9TYqcd_ixvh0jIhaFCrUcct2Q0l3X1CzNIiq-poEfOsZ83qvMioIA6oWHij4/s1600/byon_m31h_g_m.jpg

Perkembangan tekbologi ternyata nggak membuat bangsa kita jadi penonton. Byon ikutan hadir meramaikan tren komputer notebook. Dengan harga jual yang lebih murah, Byon bukan produk asal-asalan. Melainkan punya konsep yang cukup unik, yaitu komputer notebook yang bisa di-upgrade seperti komputer desktop. Kehadiran Byon mebuktikan bangsa kita juga mampu membuat produk berteknologi tinggi

5. Lea

http://i977.photobucket.com/albums/ae251/k6937fl/Lea.jpg

Walaupun merknya berbau Amerika, tapi sebenernya ini produk Indonesia loh! Soal model dan kualitas, pasti sering kita lihat sendiri kalau Lea ga pernah minder berdiri sejajar dengan jenas merk-merk lokal di mall manapun. Walaupun tampilannya seperti produk impor.

6. Tomkins

http://img238.imageshack.us/img238/6641/0908271231.jpg

Mulai dari sepatu olahraga, sepatu bola, sampai sepatu futsal, tersedia dalam merk ini. Soal ukuran, dari dewasa sampai anak-anak tersedia. Anda tidak usah bingung kesannya namanya bule banget. Padahal sepatu Tomkins memang produk loka.

7. Bodypack dan Eiger

http://iklanmax.asia/gambar/20110408/10970/tas-eiger-lap-top-14-1-2917-back-office-0.gif

Kedua merk ini bernaung dalam satu induk perusahaan yang berpusat di Bandung. Kedua merk ini dikenal dengan produk tasnya. Bedanya Bodypack sekarang memfokuskan diri pada produk-produk tas laptop dan tas gadget, sedangkan Eiger setia pada produk-produk berbau kegiatan alam bebas. Kualitas Eiger memang sudah dikenal luas dikalangan penggiat alam bebas.

8. J.CO Donuts and Coffe

http://www.insidesumatera.com/photo/J.jpg

Tahun 2005, outlet pertama J.CO donuts ane coffe dibuka di Supermall Karawaci. Sejak itu J.CO terus mengembangkan sayap di berbagai mall di Indonesia. Dengan mengandalkan racikan donat dan kopi berkualitas internasional, perusahaan lokal dengan rasa internasional ini terus berkembang. J.CO bahkan ada di Malaysia dan Singapura. Perusahaan ini dimili oleh Johhny Andrean

9. CFC

 http://id.openrice.com/UserPhoto/photo/0/R/0005H0C737221C934D26FDn.jpg

Restoran ayam goreng ini namanya Amerika banget. Padahal ini perusahaan lokal. California Fried Chicken pertama kali didirikan oleh Pioneerdo Gourment International Tbk, 13 Desember 1983, dengan nama California Pioneer Chicken. Tahun 1988 mengganti nama menjadi yang sekarang ini. Soal rasanya, nggak kalah kok gan dari restoran ayam asal Amerika

10. Hoka Hoka Bento

http://www.paundra.com/wp-content/uploads/2011/04/hoka-hoka-bento.jpg

Hoka Hoka Bento merupakan restoran yang menyajikan makanan Jepang. Pertama kali didirikan dibawah naungan PT Eka Bogainti. Dengan restoran pertama berlokasi di Kebun Kacang, Jakarta. Walaupun kelihatan seperti produk luar negeri, tapi ternyata Hoka Hoka Bento produk lokal loh! Kualitas makannya ga kalah sama makanan Jepang yang asli.

10 Kota Dunia Dengan Harga Parkir Termahal

10. Copenhagen

http://forum.belmont.edu/eleader/archives/Copenhagen%20Denmark.jpg

Ibukota Denmark ini kota yang paling ramah lingkungan. 36 persen penduduk Kopenhagen pulang-pergi bekerja dengan sepeda. Penerapan tarif parkir yang sangat tinggi juga menjadi salah satu penyebab banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda. Bayangkan saja, tarif parkir langganan di sana mencapai Rp4,7 Juta per bulan. Sedangkan tarif harian Rp372 ribu.

9. New York

http://3.bp.blogspot.com/_ty8j-bBG0xw/TQ8PZbQmcgI/AAAAAAAABxg/SAh_dSQ_uGU/s1600/new-york-city.jpg

New York adalah salah satu kota di negara bagian Amerika Serikat yang menerapkan tarif parkir cukup mahal. Tarif parkir langganan bulanan dibanderol Rp4,7 juta dan Rp358 ribu per hari.


8. Brussel

http://www.galenfrysinger.com/europe/brussels09.jpg

Ibukota Belgia ini menjadi salah kota termahal tarif parkirnya di planet ini. Bagaimana tidak, tarif parkir di sana Rp4,8 juta per bulan.

7. Perth

http://www.happyzebra.com/image2/Perth-Australia-travel.jpg 

Kota di Australia Barat ini menerapkan parkir yang sangat tinggi, meskipun penduduk di kota ini tidak lebih dari 7 ribu orang. Tarif parkir bulanan rata-rata di kota ini sekitar Rp5 juta. 

6. Sydney

 http://www.ibspro.net/wp-content/uploads/2009/11/sidney.jpg

Kota di Australia ini menempati urutan keenam untuk urusan perparkiran. Bagaimana tidak, kota ini menerapkan tarif parkir langganan Rp5,2 juta per bulan per kendaraan.

5. Zurich

http://www.metrolic.com/wp-content/uploads/2010/11/zurich-2.jpg

Sangat mudah mengenang kota di Swiss ini. Kota yang dipenuhi dengan gedung-gedung kuno sebenarnya bukan tempat parkir ideal. Zurich tidak banyak memiliki tempat terbuka, seperti Australia. Tapi untuk urusan parkir, kota ini memasang tarif sangat tinggi, Rp5,35 juta per bulan. 

4. Roma

http://www.top-things-to-do.com/europe/Rome_colliseum.jpg

Mengemudi di Roma, Italia, adalah sebuah pengalaman yang sangat mengesankan. Anda bisa mengelilingi kota dengan keindahannya. Tapi kalau untuk urusan parkir Anda harus merogoh kantong Rp5,4 juta dalam sebulan. Tidak murah bukan?

3. Tokyo

 http://2.bp.blogspot.com/_Duqfcm6l9FE/TFfEKzOxNTI/AAAAAAAAAZ0/b3MYkX3ol2I/s1600/tokyo.jpg


Kota metropolitan yang hyper-modern, Tokyo benar-benar ditata seefektif mungkin. 13 juta orang berdesakan tinggal di pusat kota dan 39 juta yang lain di pinggiran kota membuat Tokyo harus menjaga dari kemacetan. Tak heran bila kota ini memasang tarif parkir Rp5,8 juta per bulan. Bahkan untuk tarif harian mencapai Rp773 ribu per kendaraan.

2. Hong Kong

 http://2.bp.blogspot.com/-Rqu8yQCx-W8/TWYtadW-mjI/AAAAAAAAARw/e6e3ramarUs/s1600/hongkong1.jpg

Hong Kong mungkin hanya sebagai daerah administratif Republik Rakyat China. Tetapi Hong Kong sebagai negeri persemakmuran Inggris menerapkan tarif parkir yang mirip dengan London. Sebagai pulau yang lalu lintas keuangannya tinggi, Hong Kong termasuk kota yang sempit. Karena itu Hong Kong menerapkan tarif parkir langganan hingga Rp6,6 juta per bulan. 

1. London

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEUexyjrj3XF3agzB_VYiQ7v8s1rant8GF5gloo3hhfEzoEs4tBjK0uhtqUGEQdzLkRvpo10JtKtaLvRK8bML2DKvt9bKifa4dDvLypfwQSalVmnLcgVlsdp61M4i9oW0hQf-VJ1eiWxz4/s400/4.jpg

Anda bisa bangga tinggal di London, Inggris. Dekat dengan Istana Buckingham, dan Anda juga bisa melihat Big Ben, menara jam yang terletak di Gedung Parlemen di Westminster. Tapi Anda harus berfikir dua kali bila mengendarai mobil di sana. Ya. Kota ini menerapkan tarif parkir termahal di dunia. Bayangkan saja, dalam sebulan parkir langganan di sana dikenai 578,87 pound sterling atau sekitar Rp8,3 juta. 

Foto Pada Saat Royal Wedding


Prince William in Royal Uniform 10 Royal Wedding 2011 Photos 
Prince William At Royal Wedding 20111 10 Royal Wedding 2011 Photos 
Kate Royal Wedding Dress1 10 Royal Wedding 2011 Photos 
 catherine kate middleton wedding dress 10 Royal Wedding 2011 Photos
Queen Elizabeth At Royal Wedding 20111 10 Royal Wedding 2011 Photos
Prince William And Kate Middleton At Royal Wedding 10 Royal Wedding 2011 Photos 

  Prince William and Princess Catherine 10 Royal Wedding 2011 Photos
Royal Couple 2011 10 Royal Wedding 2011 Photos

Lima Bukti Kunjungan DPR ke Australia Sia-sia

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) menilai, kunjungan kerja komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Abdul Kadir Karding ke Australia tidak bermanfaat atau sia-sia. Selain memboroskan anggaran negara, banyak hal tidak efektif terkait kunjungan yang dilakukan sejak Rabu 26 April sampai dengan Senin 2 Mei 2011 tersebut.

Sikap PPIA tertuang dalam lima analisa dan rekomendasi khusus hasil perjalanan 16 anggota komisi VIII ke Australia dalam rangka menggodok RUU tentang Fakir Miskin.
Pertama, RUU penanggulangan fakir miskin (PFM) tidak diperlukan karena telah ada UU  Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tahun 2004 dan UU Kesejahteraan Nasional (2009). “DPR harusnya memastikan implementasi UU SJSN dan UU Kesejahteraan Sosial sebelum membuat sebuah draf baru yang berusaha mengelola isu kebijakan sosial untuk fakir miskin,” tulis PPIA seperti dalam rilis yang diterima oleh VIVAnews.com, Selasa 3 Mei 2011.
Kedua, menurut mereka, pemilihan Australia sebagai tempat studi banding adalah tidak relevan. Seharusnya, untuk belajar penanggulangan kemiskinan, anggota DPR lebih baik belajar di negara-negara yang memiliki kedekatan sejarah, sosial dan budaya dengan Indonesia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China dan India.“Dalam hal ini, kami menyayangkan kepergian Tim Panja ke Australia,” dalam rilis yang ditandatangani Ketua Umum PPIA, Mochamad Subhan Zein.
Ketiga adalah terkait dengan jumlah rombongan yang dinilai mubazir, sehingga melakukan pemborosan anggaran. 
Keempat, perolehan informasi yang seharusnya bisa di dapat di Indonesia. 
Kelima, kendala bahasa. Banyak anggota DPR yang tidak cakap berbahasa Inggris.
“Metode ceramah yang dilakukan seharusnya bisa dilakukan di Indonesia. Dan materi-materi yang dipaparkan pun bisa didapatkan melalui situs di internet,” kata PPIA.
Atas hal tersebut, PPIA menyampaikan beberapa rekomendasinya untuk kebaikan bangsa Indonesia ke depan. Di antaranya adalah rombongan yang berangkat haruslah memiliki kualifikasi yang baik dalam hal bahasa. Anggota yang tidak mempunyai kualitas, harus dilarang ikut bepergian ke luar negeri. Kemudian, DPR RI seharusnya mengoptimalkan sumber informasi dari internet di mana mereka telah memiliki situs tersendiri. 

Sementara itu, Abdul Kadir Karding, Ketua Komisi VIII yang memimpin rombongan belum bisa dihubungi melalui teleponnya.

Dikutip dari VIVAnews.com